Senin, 29 September 2014

Kejujuran

Kejujuran tidak dapat dinilai dengan kata-kata
Kejujuran juga tidak dapat dilihat dari manisnya rupa
Kadangkala yang jujur dikatakan "berdusta",sedangkan "si pendusta"terlihat jujur dimata manusia.
Namun hanya Allah jua yang Maha Mengetahui dan berhak menilai hambaNYA .
Dalamnya laut masih bisa diukur tapi dalamnya hati tiada siapapun yang tahu.
Lebih baik disakiti dengan kejujuran daripada dibahagiakan dengan dusta.
Percayalah kejujuran akan membuat hidup kita lebih tenang.
Aamiin Allahuma Aamiin

( AMALAN ) BENTENG MUSLIM DIPAGI DAN PETANG UNTUK KEMENANGAN DUNIA DAN AKHIRAT



Wahai para pedamba husnul khatimah, pagari dirimu dengan zikir pagi dan sore hari sehingga kalian senantiasa dalam ruang lingkup berkah zikir tersebut. Wahai yang menginginkan husnul khatimah, bentengi dirimu dengan doa sebelum dan sesudah tidur sehingga engkau tetap dalam cakupan berkah doa tersebut. Dan jika Anda sekalian ditakdirkan kembali ke rahmat Allah SWT dalam keadaan seperti ini, insyaallah Anda sekalian berpeluang menutup lembaran hidup dengan tetes akhir tinta husnul khatimah yang mengharukan.
Jika Anda bertanya: “kenapa orang yang berzikir punya keistimewaan seperti ini?” Jawabku: “zikir itu terhitung ibadah yang enteng dilakukan. Olehnya itu, banyak orang yang lalai bahkan meremehkannya. Karena dia ringan dilakukan, ia pun berpeluang besar selamat dari puji diri.
Bukankah yang biasanya dicampuri riya’ ibadah-ibadah besar yang kadang sulit dilaksanakan seperti: shalat, zakat dan haji. Zikir punya keistimewaan dan pahala yang besar. Yang demikian itu karena tidak ada yang mengetahui isi hati orang yang berzikir kecuali orang itu sendiri.
Boleh jadi orang yang berzikir dikira lagi menghayal, mengingau, berpikir atau sedang menghitung laba dan rugi pekerjaannya, padahal, hatinya ternyata lagi terjalin dengan pemilik Arsy yang Maha Agung dalam sebuah komunikasi zikir. Sementara itu, semakin tersembunyi sebuah ibadah, semakin tinggi pahalanya. Puasa salah satu contohnya punya pahala yang besar karena yang tahu benar atau bohongnya orang yang mengaku berpuasa hanyalah Allah Semata. Demikian juga dengan zikir, hanya Allah yang tahu.”
Kita masih berada didalam kemuliaan sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah ini, di antaranya sabda Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
"Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Karenanya dianjurkan atas orang Islam pada hari-hari tersebut untuk bersungguh-sungguh dalam ibadahnya, di antaranya shalat, membaca Al-Qur’an, dzikrullah, memperbanyak doa, membantu orang-orang yang kesusahan, menyantuni orang miskin, memperbaharui janji kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Masih ada satu amalan lagi yang utama pada hari-hari tersebut, yaitu berpuasa sunnah di dalamnya.
Ingin husnul khatimah? Hidupkan setiap hari zikir pagi dan sore hari. Yang demikian itu bertujuan membentengi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Di samping itu, yang bezikir pagi dan sore hari, jiwanya senantiasa dalam lingkaran berkah ruh zikir tersebut. Dengan berkahnya, Allah akan memudahkan segala urusannya, menyelamatkannya dari fitnah dan bahaya dan jika ajal menghampirinya, ia masih dalam ruang lingkup ruh zikir, sehingga ia kembali ke rahmat Allah dalam keadaan berzikir.
Diantara amalan pagi ( Habis Shalat Shubuh) dan petang (Habis Shalat Ashar) Sbb
A) Membaca SAYYIDUL ISTIGHFAR
أَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لآ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لآ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
“Allahumma anta robbii laa ilaaha illa Anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduk(a), wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’-dika maa s-ta-tho’tu, a-‘uudzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-‘u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-‘u bi zan(m)bi faagh-firlii fainnahu laa yaghfiru dz-dzunuuba illa Anta.” (Dibaca pagi dan sore 1x)
“Ya Allah, Engkau adalah Robb-ku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjian­ku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung ke­pada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat me­ngampuni dosa kecuali Engkau.”
“Barang siapa membacanya dengan yakin ketika petang hari, lalu ia meninggal dunia pada malam itu, maka ia masuk syurga, dan demikian juga ketika pagi hari” (H.R. Bukhari VII/150)
B) Doa Perlindungan
بِسْمِ اللهِ لآ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلآ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
“Bismillahi laa ya-dhurru ma-‘a s-mihi syai-‘un fii l-ardh(i) wa laa fii s-samaa-‘i wa huwa s-samii-‘u l-‘aliim(u).” (Dibaca pagi dan sore 3x)
“Dengan Nama Allah yang tidak ada bahaya atas Nama-Nya sesuatu di bumi dan tidak pula dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Mahamengetahui.” (H.R. Abu Daud dan at-Tirmizi, Lihat Shahih Ibnu Majah II/332)
“Barang siapa membaca tiga kali ketika pagi dan petang, tiada sesuatu pun yang membahayakan dirinya” (H.R. Abu Daud, at-Tirmizi, Ibnu Majah dan Ahmad, Menurut Ibnu Baaz isnadnya hasan)
C) Doa Keridhoan Allah
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلآمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
“Ro-dhiitu billahi robbaa(n), wa bi l-islaami diinaa(n), wa bi muhammadin shollallahu ‘alaihi wa sallama nabiyyaa(n).” (Dibaca pagi dan sore 3x)
“Aku rela (ridho) Allah sebagai Robb-ku (untuk­ku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad صلي الله عليه وسلم sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).”
“Barang siapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan petang hari, maka hak Allah memberikan keridhoan-Nya kepadanya pada hari Kiamat” (H.R. Ahmad IV/337, an-Nasa-‘i dalam ‘Amalul Yaum wa Lailah 4, Ibnu Sunni 68, Abu Daud IV/418, at-Tirmizi V/465, dan Syaikh Ibnu Baaz berpendapat hadis tersebut hasan)
D) Tahlil Penyelamat
لآ إِلَـهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لآ شَرِيْكَ لَـهُ، لَـهُ الْمُلْكُ وَلَـهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
“Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lah(u), lahu l-mulku wa lahu l-hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-‘in qodiir(u),” (Di­baca setiap hari 100x atau 10x atau cukup 1x)
“Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Allah Yang Mahaesa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
“Barang siapa membacanya sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, baginya perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga petang hari. Tidaklah seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih baik lagi dari itu.” (H.R. Bukhari IV/95 dan Muslim IV/2071)
Sumber : Yusuf Mansyur Nerwork

Rabu, 05 Februari 2014

Pengolahan Gula Menjadi Tebu


  1.   Ekstraksi Nira
  2.   Penjernihan
  3.   Penguapan
  4.   Kristalisasi
  5.   Pemisahan kristal
  6.   Pengeringan
  7.   Pengemasan
  8.   Penyimpanan

a.  Ekstraksi nira adalah proses pemerahan cairan tebu (nira) dari batangnya dengan menggunakan gilingan yang terbuat dari kayu atau  dari logam.

b.  Penjernihan nira
     Nira mentah sebagai hasil dari bagian ekstraksi masih banyak mengandung bahan-bahan yang larut, tidak larut, dan kolodial.
- Larut : gula, gula reduksi, kation K, Ca, Mg, Fe, Al, yang   terikat oleh asam anorganik/ organik
- Koloidal : tetes, putih telur, zat warna, senyawa oleh besi, aluminium
- Tidak larut : pasir, tanah, ampas halus
Maksud penjernihan nira adalah untuk memisahkan sebanyak mungkin kotoran (zat-zat bukan gula) dalam nira hasil ekstraksi, dengan tanpa merusak gula.
Nira mentah yang berasal dari tebu muda, sangat masak, mati atau terbuka, mengandung lebih banyak putih telur, gula reduksi, dan asam-asam, sehingga menyulitkan jalannya penjernihan. 
Di Indonesia ada tiga proses penjernihan yang umum dilakukan, yaitu 
  • cara defekasi, 
  • cara sulfitasi, dan 
  • cara karbotasi.
Cara Defekasi
Merupakan cara tertua dan juga paling sederhana. Dalam proses ini digunakan bahan pembersih utama berupa kapur. Kapur diberikan setelah nira netral, akan terbentuk endapan yang dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. Gula yang dihasilkan dari proses penyaringan dengan cara defekasi adalah gula tanjung atau HS (hoofd suiker).

Cara Sulfitasi
Dalam proses ini digunakan bahan penjernih berupa kapur tohor. Selain itu, juga digunakan gas sulfit yang diperoleh dari hasil pembakaran belerang. Zat sulfit digunakan untuk menetralkan kelebihan kapur yang diberikan secara berlebihan dalam proses ini. Ca sulfit yang kemudian terbentuk akan turut membantu mengefisienkan pembersihan kotoran. Gula yang dihasilkan dari proses penjernihan cara sulfitasi adalah gula putih atau SHS (Superieure Hoofd Suiker).

Cara karbonatasi
Bahan pembersih yang digunakan dalam cara ini adalah kapur dan gas CO2, Gas CO2 diperoleh dari pembakaran batu kapur. Berbeda dengan cara di atas, cara karbonatasi menggunakan kapur yang lebih banyak. Untuk menetralkan kelebihan kapur tersebut digunakan asam karbonat, yaitu hasil dari reaksi gas CO2 dan air. Endapan yang terbentuk dari proses ini (CaCO3) akan menyerap pula bahan-bahan yang bukan gula lainnya. Dengan demikian, penjernihan terjadi lebih efisien. Gula yang dihasilkan dari cara karbonatasi adalah gula putih atau SHS I.

c. Penguapan
Cairan tebu (nira) yang sudah jernih masih banyak mengandung air. Sebagian besar air dalam nira ini dihilangkan dengan cara penguapan (evaporasi).
Penguapan dilakukan dengan menggunakan beberapa evaporator yang biasanya terdiri dari rangkaian 4-5 bejana yang bekerja secara berkesinambungan. Uap yang dihasilkan dari satu bejana sebagai uap  pemanas bejana berikutnya.
Dalam bejana nomor 1, nira diuapkan dengan menggunakan bahan pemanas uap bekas, secara tidak langsung. Uap bekas ini terdapat dalam sisi ruang uap. Dan nira yang diuapkan terdapat dalam pipa-pipa nira dari tromol uap. Dari sini, uap bekas yang mengembun dikeluarkan dengan kondenspot. Dalam bejana nomor 2, nira dari bejana nomor 1 diuapkan dengan menggunakan uap nira dari bejana penguapan nomor 1. Kemudian uap nira yang mengembun dikeluarkan dengan michaellispot. Di dalam bejana nomor 3, nira yang berasal dari bejana nomor 2 diuapkan dengan menggunakan uap nira dari bejana nomor 2. Demikian seterusnya, sampai pada bejana penguapan terakhir. Nira pada bejana terakhir merupakan larutan hampir jenuh dengan kepekatan sekitar 60% brix. Uapnya dibuang ke kondensor sentral dengan perantaraan pompa vakum.

d. Kristalisasi
Pada tahap ini digunakan pan vakum yaitu tempat di mana nira pekat hasil penguapan dipanaskan terus-menerus sampai mencapai kondisi lewat jenuh, akan terbentuk kristal. Pengkristalan terjadi dari sebagian sukrosa yang semula larut, kemudian memisahkan diri dan membentuk kristal.

Kristalisasi dilakukan secara bertahap, agar proses pengaliran tidak sulit dan untuk mencegah terjadinya karemelisasi dan terbentuknya kerak akibat pemanasan terus-menerus. Setiap pan menghasilkan masakan yang disebut masekuit, yaitu suatu larutan yang sangat pekat dan banyak mengandung kristal-kristal gula. Masekuit ini lalu didinginkan dalam palung pendingin yang terdapat di bawah setiap pan. Tujuan pendinginan masakan adalah mengusahakan agar proses kristalisasi terus berlanjut dengan semakin dinginnya masakan. Seperti kita ketahui, dalam suhu rendah tingkat kelarutan gula akan menurun.  Agar molekul-molekul sakrosa yang larut dapat menempel pada bidang permukaan kristal yang telah ada, maka selama pendinginan harus dilakukan pengadukan

e. Pemisahan Kristal Gula
Dalam palung pendingin, masekuit masih berupa larutan dengan banyak kristal sukrosa di dalamnya. Kristal – kristal ini harus dipisahkan dari saluran yang menyertainya. Pemisahan kristal dapat dilakukan dengan menggunakan saringan yang bekerja dengan gaya sentrifugal. Dari palung pendingin, larutan dialirkan ke saringan pemisah kristal (puteran), karena alat yang biasanya berupa tromol ini dapat bergerak berputar. Hasil dari proses pemisahan kristal adalah kristal gula dan molasse (tetes).

f.  Pengeringan, Pengemasan, dan Penyimpanan
Air yang dikandung kristal gula hasil sentrifugasi masih cukup tinggi, kira-kira 20%. Gula yang mengandung air akan lebih mudah rusak dibandingkan gula kering. Untuk menjaga agar tidak rusak selama penyimpanan, gula tersebut harus dikeringkan terlebih dahulu. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara alami atau dengan memakai udara panas kira-kira 80oC.
Pengeringan gula secara alami dilakukan dengan melewatkan gula SHS pada talang goyang yang panjang. Dengan melalui talang ini gula diharapkan dapat kering dan dingin. Untuk proses pengeringan, cara ini membutuhkan ruang yang lebih luas dibandingkan cara pemanasan. Karena itu, pabrik-pabrik gula lebih banyak menggunakan cara pemanasan. Cara ini bekerja atas dasar prinsip aliran berlawanan dengan aliran udara panas pengering.


Sabtu, 19 Oktober 2013

Kunci Kesehatan

Tahukah Anda?
  • 90% sumber penyakit berasal dari sistem pencernaan yang kotor dan tidak berfungsi dengan baik.(Dr. Harvey W. Kellog)
  • Penyebab mayoritas penyakit bukan bakteri, melainkan toksin yang berasal dari proses fermentasi sampah sisa makanan yang mengendap pada usus. (Dr. Henry Beyler)
  • Jika setiap orang menjaga kebersihan ususnya maka 95% klinik kesehatan akan tutup akibat kekurangan pasien.(Dr. Norman Walker)
  • Jenis makanan dan keadaan saluran pencernaan berhubungan erat dengan timbulnya tumor entah jinak atau ganas dan lebih jauh lagi berhubungan dengan semua penyakit yang sudah muncul mau pun yang belum muncul. (Dr. Hiromi Shinya)
  • Sampah pencernaan yang tidak terbuang selain menghambat daya serap nutrisi juga dapat menghasilkan toksin yang mengakibatkan kerusakan sel-sel jaringan tubuh. (Dr. Deby Vinski, AAMS)
Sumber Terjadinya:
 
Usus besar adalah bagian akhir dari sistem pencernaan yang sesungguhnya telah menjadi masalah paling serius yang mengancam kesehatan. Usus besar layaknya tong sampah yang menampung sisa makanan lalu dihancurkan melalui proses pembusukan oleh bakteri. 

Kebiasaan makan tidak baik seperti mengunyah terburu-buru, lebih dominan daging dan kurangnya komposisi serat pada makanan menyebabkan pembusukan sisa makanan terus meningkat hingga mampu menghasilkan 15 kg kotoran berupa kerak yang menumpuk bertahun-tahun pada dinding usus.

Sedikit demi sedikit menjadi semakin tebal, kaku dan menyempit hingga meningkatkan tekanan pada internal dinding usus. 

Kotoran semakin sulit didorong keluar, hasilnya perut semakin membuncit akibat dari tinja yang terperangkap dan terus berdiam dalam usus besar untuk waktu yang lama.

Berbagai Masalah Yang Ditimbulkan:
Kotoran stagnan yang terkumpul dalam divertikula lalu berfermentasi menjadi toksin penyebab terjadinya mutasi genetis sel-sel pada area tersebut hingga menimbulkan polip. Polip-polip itu tumbuh dan berkembang, disinilah cikal bakal kanker usus bermula.

Pada tahap selanjutnya penumpukan kerak pembusukan sisa makanan terus meningkatkan produksi toksin hingga ikut masuk ke dalam darah bersama dengan penyerapan air di usus besar. 

Toksin ini sangat membebani kerja liver, lambat laun fungsi liver melemah hingga tidak mampu menetralisir toksin. Toksin beredar keseluruh tubuh dan menimbulkan kerusakan sel-sel jaringan tubuh lainnya. 

Lambat laun fungsi organ tubuhnya ikut menurun dan menimbulkan berbagai penyakit seperti stroke, jantung koroner, diabetes militus, maag, hypertensi, tumor, kanker payudara, prostat, gagal ginjal, pengerasan pembuluh darah dan lain sebagainya. 

Fungsi liver melemah biasanya disertai keluhan seperti sesak nafas, detak jantung yang cepat dan tidak teratur, mudah lelah, gangguan pikiran, haid tidak teratur, insomnia dan perut membuncit. Efek pencernaan yang kotor akan tampak dari luar, seperti penuaan dini, kebotakan, kulit kendur, flek, keriput dan lemak bergelambir.

SOLUSI:

  1. Biasakan mengunyah makanan hingga hancur sebelum menelan. Vili usus manusia hanya dapat menyerap za-zat sebesar 15 mikron (0,015 mm) dan apa pun yang lebih besar dari ukuran itu akan diekskresikan menjadi sampah dalam usus.
  2. Tingkatkan asupan serat harian minimal 25 gram/hari atau setara dengan 400 - 500 gr buah dan sayuran/hari. Serat berfungsi untuk menghambat kerja enzim amylase tanpa merusak flora usus, membantu mengontrol kadar gula darah, meningkatkan kadar air dalam feses, mengikat asam empedu, toksin, dan mengencerkan senyawa karsinogen dalam usus.
Sumber GNT

Jumat, 18 Oktober 2013

‘Pemanasan’ dari Hadits Nabi

Jima’ adalah kebutuhan suami istri, bukan hanya salah satunya. Kepuasan dalam jima’ juga hak keduanya, bukan hanya milik suami. Mengingat kaum wanita umumnya lebih ‘dingin’ dan lama dalam proses pendakian menuju puncak, Islam mengajarkan para suami untuk tidak langsung memulai jima’ sebelum melakukan pemanasan.

Sedikitnya ada tiga langkah pemanasan yang bersumber dari hadits:

1. Kata-kata mesra
“Janganlah salah seorang dari kalian menjima’ istrinya seperti binatang ternak mendatangi pasangannya. Tetapi hendaklah ada ar rasuul antara keduanya.” Ditanyakan kepada beliau, “Apakah ar rasuul itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ciuman dan kalimat-kalimat obrolan (mesra)” (HR. Ad Dailami)

Sebelum melakukan jima’, dahuluilah dengan kata-kata romantis. Kata-kata yang mesra. Rasulullah, di hari-hari biasa saja memanggil Aisyah dengan humaira, yang pipinya kemerahan. Betapa beliau sangat romantis, apalagi ketika hendak ‘bercinta’ bersama istri.

Kata-kata romantis dan mesra ini yang pertama akan mencairkan suasana dan membuat rileks. Tingkatan kata-kata yang lebih mesra selanjutnya akan membuat tubuh yang rileks mulai ‘memanas’ serasa dipanggil untuk tidak hanya bermain kata.

2. Ciuman
“Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu,” (HR. Tirmidzi)

Jika kata-kata melahirkan imajinasi dan emosi, maka ciuman lebih ‘terasa’ bagi istri. Detak jantung menjadi lebih cepat, nafas menjadi tak teratur, dan hasrat jima’ pun mulai timbul.

Dalam bab ini, ciuman tidaklah sebatas bibir bertemu bibir.

3. Sentuhan
Jika kata-kata mesra adalah pemanasan dengan ucapan dan ciuman adalah pemanasan dengan bibir, pemanasan yang lainnya adalah dengan tangan; sentuhan.

Imam Abu Hanifah ditanya oleh muridnya tentang suami yang memegang kemaluan istrinya atau istri memegang kemaluan suaminya (sebagai pendahuluan jima’), beliau menjawab, “Tidak masalah, bahkan saya berharap ini akan memperbesar pahalanya.” (Tabyin al-Haqaiq).

Demikian 3 Langkah ‘Pemanasan’ dari Hadits Nabi. Langkah kedua dan ketiga tidak harus berurutan. Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]

Kamis, 10 Oktober 2013

La Ilaha Illallah....

Dari Khalid bin Ma’dan dari Abu Ruhm As Sama’i dari Abu Ayyub Al Anshari dari Nabisaw. bersabda: "Barang siapa yang ketika pagi hari mengucapkan LA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LA SYARIKA LAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYI WA YUMITU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QADIR sebanyak SEPULUH kali maka Allah akan menulis untuknya setiap satu kali dia ucapkan dengan sepuluh kebaikan dan Allah akan mengangkat darinya sepuluh kesalahan dan Allah akan mengangkatnya dengan kalimat itu sepuluh derajat dan hal itu baginya seperti sepuluh pengawal yang menjaganya dari awal siang hingga akhir dan dia tidak melakukan suatu amalan pada hari itu yang mengalahkannya jika dia membacanya pada sore hari seperti itu. (HR. AHMAD – 22465)
Sumber: Wisata Hati Uztads Yusuf Mansur

Minggu, 06 Oktober 2013

KESEMUTAN

Sebenarnya, gejala stroke bisa dikenali sejak awal. Sehingga resiko kematian ataupun cacat akibat penyakit ini pun bisa ditangani sejak dini. Selama ini sudah banyak masyarakat yang mengenal stroke berat. Namun dalam dunia kedokteran, ada istilah stroke subklinis (gejala awal) yang merupakan fase penyumbatan otak namun tidak menyebabkan kelumpuhan akut. Oleh karena itu perlu diwaspadai karena gejalanya sering tidak dikenali..

Menurut dokter spesialis syaraf RS Sari Asih Ciledug, dr. Sri Purwanti, SpS, gejala stroke subklinis ini antara lain kesemutan anggota gerak (badan) sebelah atau separuh wajah, kelemahan pada mulut (cadel/pelo), gangguan penglihatan (buram) secara tiba-tiba, pusing tujuh keliling serta mulut mencong.

Kesemutan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Kebanyakan orang pernah mengalami kesemutan kala duduk bersila terlalu lama atau tertidur dengan tangan tertindih. Namun kesemutan bisa juga menjadi gejala stroke yang perlu diwaspadai. Pada gejala stroke, kesemutan yang terjadi memiliki ciri khas, yaitu terjadi hanya pada bagian tangan kanan dan kaki kiri saja atau sebelah wajah saja, maupun sebaliknya. Berbeda dengan kesemutan biasa yang akan hilang dengan sendirinya jika bagian tubuh telah berubah posisi, kesemutan pada gejala stroke tidak akan hilang meski telah berubah posisi dan akan terus berlanjut.

Bagi seseorang yang memiliki faktor resiko seperti pengidap hipertensi, jantung, kolesterol, stroke subklinis bisa terjadi lima kali lebih sering dibanding stroke berat yang selama ini dikenal. Stroke subklinis ini bisa mengantarkan seseorang ke arah stroke berat jika tidak ditangani secepatnya. Dr. Sri pun menyarankan untuk segera berkonsultasi ke rumah sakit sebelum terlambat jika mendapati gejala tersebut, karena stroke kecil akan berubah menjadi berat.

Jika pada suatu hari seseorang terkena gejala seperti itu secara tiba-tiba, ia harus mulai waspada dan segera melakukan pemeriksaan ke dokter sebagai upaya pencegahan kepada stroke yang lebih berat. Karena dengan pengobatan yang benar akan mengurangi kecacatan, bahkan menghindari kematian, saran dr. Sri.

Jumat, 04 Oktober 2013

Macam-macam Syirik

Ada perbuatan dan ucapan yang berada di antara syirik besar dan kecil menurut hati pelakunya dan yang bersumber darinya. Ia bertentangan dengan tauhid atau mengotori kemurniannya. Syari’at telah memperingatkan darinya, di antaranya adalah:

Memakai gelang atau benang dan semisalnya dengan tujuan menghilangkan mara bahaya atau penangkal datangnya mara bahaya. Hal itu termasuk syirik.

Menggantung tamimah (sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak sebagai penangkal atau pengusir penyakit, pengaruh jahat yang disebabkan rasa dengki seseorang, dan lain sebagainya ) terhadap anak-anak, sama saja berasal dari kharz, atau tulang, atau tulisan. Hal itu untuk menjaga diri dari ‘ain (Penyakit atau pengaruh jahat yang disebabkan rasa dengki seseorang) dan itu termasuk syirik.

Tathayyur, yaitu menganggap sial dengan burung atau seseorang atau suatu tempat atau semisalnya, dan itu termasuk syirik karena dia bergantung kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan keyakinan mendapat bahaya dari makhluk yang tidak mempunyai manfaat atau mudharat untuk dirinya sendiri. Keyakinan ini termasuk gangguan syetan dan waswasnya, hal itu menolak tawakkal.

Tabarruk (mengambil berkah) kepada pohon, batu, tempat-tempat bersejarah, kubur, dan semisalnya. Maka, meminta berkah, mengharap, dan meyakininya dalam perkara-perkara itu termasuk syirik; karena ia bergantung kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam mendapatkan berkah.

Sihir: yaitu yang samar dan halus sebabnya. Ia adalah nama dari jimat-jimat, mantera-mantera, ucapan, dan obat-obatan, maka hal itu memberi pengaruh di hati dan badan, lalu menyebabkan sakit atau meninggal dunia, atau memisahkan di antara seseorang dan istrinya. Ia adalah perbuatan syetan, dan kebanyakan dari sihir itu tidak bisa sampai kepadanya kecuali dengan perbuatan menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sihir adalah perbuatan syirik karena padanya mengandung ketergantungan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dari jenis syetan, karena hal itu termasuk mengaku mengetahui yang gaib. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: padahal Sulaiman tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Merek mengajarkan sihir kepada manusia …. (QS. Al-Baqarah :102) Terkadang sihir adalah perbuatan maksiat yang merupakan bagian dari dosa besar, bila hanya dengan obat-obatan dan sejenisnya saja.

Meramal: ia adalah mengaku mengetahui yang gaib, seperti memberitakan yang akan terjadi di muka bumi karena bersandar kepada syetan, dan itu termasuk syirik; karena mengandung pendekatan diri kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengklaim mengetahui yang gaib bersama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Barang siapa mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka sesungguhnya dia telah kafir (ingkar) dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” (Shahih. HR. Ahmad no. 9536 dan ini lafazdnya, dan al-Hakim no. 15, lihat Irwa` al-Ghalil no 2006.)

Tanjim (astrologi): yaitu mengambil dalil dengan kondisi falak(peredaran bulan dan matahari) atas segala kejadian di permukaan bumi, seperti waktu bertiupnya angin, turunnya hujan, terjadinya penyakit dan kematian, nampaknya panas dan dingin, perubahan harga dan sejenisnya. Itu termasuk syirik; karena menyandarkan sekutu bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam mengatur dan terhadap ilmu gaib.
Sumber:Fimadani

Minggu, 10 Maret 2013

Coba

Hari ini ketemu promotor, memperlihatkan hasil olahan data yang sudah dilakukan.  Dengan semangat 45 berangkat ke kampus dengan secercah harapan.... Data yang sudah diolah sudah oke dan bisa dilanjutkan ke data hasil berikutnya. Sembari membayangkan wajah promotor yang selalu senyum bila bertemu mahasiswanya, terselip doa semoga semuanya berjalan lancar.

Sesampai di kampus, kulihat mobilnya sudah ada diparkiran, berjejer dengan mobil dosen-dosen yang lain. Bergegas menaiki tangga menuju ruangannya. Walah.... sudah banyak  pasien yang antri. Eh..sudah banyak mahasiswa yang antri menunggu beliau.  Menilik wajah-wajah yang antri kayaknya mereka mahasiswa S1, yah pastilah mereka juga mau konsultasi karena kulihat mereka juga membawa map dengan setumpuk kertas didalamnya.

Mulai deh penantian [pikirku].... Eh tidak lama kemudian beliau keluar sambil menenteng gelasnya. Nah disebelahku itu kebetulan galon air minumnya. Ketika melihat saya dia bertanya,"kenapa?". Saya mau konsultasi   pak, jawabku. Sebentar ya...jawabnya sembari membawa masuk airnya.  Tidak lama kemudian mahasiwa yang didalam ruangannya keluar dan beliau memanggil saya masuk. Maaf ya dek...saya dipanggil duluan, cuma sebentar kok {dalam hati saya...wah mana mungkin sebentar, biasanya paling sedikit setengah jam}.  He he he..

Saya beranjak masuk ke ruangan beliau sembari mengucapkan salam dan kemudian memperlihatkan data saya.  Setelah diamati beberapa saat, beliau kemudian mengomentari hasil analisa data saya. Sembari menjelaskan mana kira-kira alur yang salah, mana yang perlu ditambah, dikurangi, saya mendengarkan dengan seksama dan terkadang mencatat beberapa penjelasan beliau.  

Selanjutnya beliau berkata" yah dicoba lagi... memang begitu kalau menganalisis data harus sering diulang, dicoba, sehingga hasil yang diperoleh lebih akurat dan tidak asal jadi. Coba...coba dan coba lagi".  Baik pak, jawab saya.


Hikmah yang saya petik hari ini bahwa jangan takut mencoba sesuatu, kita tak pernah tahu hasilnya kalau tidak  pernah dicoba. Jadi coba ... coba lagi ... untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Senin, 01 Oktober 2012

BELAJAR

Dαri air, kitα belαjαr tenαng..
Dαri bαtu, kitα belαjαr tegαr..
Dαri tαnαh, Kitα belαjαr kehiduραn..
Dαri kuρu², Kitα belαjαr merubαh diri..
Dαri pαdi, kitα belαjαr rendαh hαti..
& Dαri Allah, Kitα belαjαr tentαng kαsih sayang yαng semρurnα..

Sabtu, 12 Mei 2012

Surat Yasin

RAHASIA SURAT YASSIN AYAT KE 58
Barang siapa yang membaca
YAASIN sepenuhnya dan pada
ayat ke 58 surah tersebut
'SALAAMUN QAULAN MIN RABBIN
RAHIM' diulang sebanyak 7 kali
untuk 7 niat baik, In shaa Allah
dengan izin Yang Maha Esa dan
Maha Kuasa, semua hajat kita
akan dikabulkan.
Jika boleh niatkan sebegini:
1) YA-ALLAH YA-RAHIM,
ampunkan dosa-dosaku dan
saudara-maraku
2) YA-ALLAH YA-RAHMAN,
kurniakan aku isteri, suami, anak-
anak yang soleh dan mencintai
islam
3) YA-ALLAH YA-RAZZAK,
kurniakan aku rezeki yang
berkat, kerja yang baik dan
berjaya didunia dan akhirat
4) YA-ALLAH YA-JABBAR,
makbulkan hajat penghantar
maklumat yang aku dapat ini
5) YA-ALLAH YA-MUTAQABBIR,
jauhkan aku dari sifat khianat
dan munafiq dan miskin
6) YA-ALLAH YA-WADUUD,
kurniakan aku dan seluruh umat
Muhammad yang beriman
kesihatan zahir batin
7) YA-ALLAH YA-ZALJALA LIWAL
IKRAM, makbulkanlah semua
hajatku, dan redhaikanlah aku.....
Aamiin Ya Allah.
Sampaikanlah kepada orang lain,
maka ini akan menjadi Shadaqah
Jariyah pada setiap orang yang
Anda kirimkan pesan ini. Dan
apabila kemudian dia
mengamalkannya, maka kamu
juga akan ikut mendapat
pahalanya sampai hari kiamat...
Semoga ALLAH senantiasa
membimbing kita agar tetap
istiqomah dalam melakukan
kebaikan dan memberikan
kelapangan hati kita untuk
menjadikan kita pribadi yang luar
biasa. Aamiinn...
Sumber: Ustadz Yusuf Mansyur

Kamis, 10 Mei 2012

Nasehat Ali bin Abi Thalib

•°*”˜˜ ♥Kalau rezeki dari Allah terlambat, maka
beristigfarlah kepada Allah dan mohonlah
semoga Allah melapangkan rezekiNya
bagi kita. Sebab, kunci surga adalah
sabar, kunci kemuliaan adalah rendah
hati, dan kunci kebaikan (kehormatan) adalah taqwa. ♥˜
˜”*°•. .•°*”˜˜ ♥Jika memerlukan nikmat dunia,
cukuplah islam sebagai nikmatmu. Jika
memerlukan keasyikan, cukuplah taat
pada Allah sebagai keasyikanmu. Dan
jika memerlukan pengajaran, cukuplah
maut itu sebagai pengajaran bagimu. ♥˜ ˜”*°•.
.•°*”˜˜ ♥Allah telah memberikan
petunjuk kepadaku, sehingga aku bisa
mengenali diriku sendiri dengan segala
kelemahan dan kehinaanku. ♥˜ ˜”*°•.
.•°*”˜˜ Kalau engkau ingin menjadi
raja, pakailah sifat qanaah. Kalau engkau
ingin mendapat surga dunia sebelum
surga akhirat, pakailah budi pekerti yang
baik. Kedua sifat ini ialah kawan bahagia.
♥˜ ˜”*°•.
.•°*”˜˜ ♥Wahai Saudagar! Ambillah
yang benar, niscaya kamu selamat.
Janganlah kamu menolak keuntungan
yang sedikit, karena kamu tidak
memperoleh keuntungan banyak. ♥˜ ˜”*
°•.
.•°*”˜˜ Apabila sempurna akal,
kurangi perkataan♥˜ ˜”*°•.
.•°*”˜˜ ♥Lebih sedikit orang
menggunakan akalnya, lebih banyak pula
ia berkata-kata. ♥˜ ˜”*°•
. •°*”˜˜ ♥Teman manusia sebenarnya
adalah akal, dan musuh yang celaka ialah
jahil. ♥˜ ˜”*°•.
.•°*”˜˜ Kebahagiaanku jika mati
sebelum baligh, lalu aku dimasukkan
kedalam surga, tidak sebahagia jika aku
hidup sampai tua dalam keadaan
mengenal Allah, yaitu yang paling
bertaqwa, rajin mengerjakan ibadah serta menerima apa-apa yang telah
diberikan Allah kepadaku. ♥˜ ˜”*°•.
.•°*”˜˜ ♥Bahagialah orang yang dapat
menjadi tuan untuk dirinya, menjadi kusir
untuk nafsunya, dan menjadi kapten
untuk bahtera hidupnya. ♥˜ ˜”*°•.
”˜˜ ♥Dada orang yang berakal itu ialah
peti rahasianya. ♥˜ ˜”*
•°*”˜˜ ♥Raihlah ilmu, dan untuk meraih
ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar♥
SUBHANALLAH...
Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita agar tetap istiqomah dalam melakukan kebaikan dan memberikan kelapangan hati kita untuk menjadikan kita pribadi yang luar biasa. Aamiinn.

Selasa, 03 Januari 2012

Istighfar

“Barangsiapa memperbanyak istighfar, Allah akan menjadikannya dari setiap kesusahan ada jalan keluar, dan dari setiap kesempitan ada penyelesaian, serta menganugerahinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”(HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
"Perbanyaklah memohon ampunan kepada Allah, agar anda mendapatkan kelapangan dan ketenangan hati, rizki yang halal, keturunan yang shalih dan pertolongan yang berlimpah disisi-Nya."
Nasihat Ulama : "Ketika di tempat-tempat mustajab, janganlah kamu berdoa meminta agar dimudahkan rezekimu atau dipanjangkan umurmu, tapi mintalah agar dosa-dosamu diampuni".
(dengan bersihnya dari dosa-dosa maka segala urusan akan dimudahkanNya, termasuk rezeki, jodoh, pekerjaan, ilmu dan lain sebagainya.)
FirmanNya, "Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Surat At-Thalaq.)
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
(Kutipan khutbah Rasulullah Saw.)
Istighfar ibarat air, yang menyirami dan membersihkan hati. Menghilangkan kotoran dan dosa dari jiwa. Istighfar adalah cahaya yang menghapus kegelapan orang-orang yang melakukan kemaksiatan. Istighfar akan memunculkan cahaya dalam hati seseorang. Insya Allah..
Sumber: Ustadz Yusuf Mansyur

Senin, 19 September 2011

HERBAL

SIRSAK (Annona muricata)
      Semua bagian dari pohon sirsak digunakan sebagai obat alami di daerah tropis, termasuk kulit kayu, daun, akar, buah, dan biji buah. Sifat yang berbeda dan penggunaan diberikan ke bagian yang berbeda dari pohon. Umumnya, buah dan jus buah diambil untuk obat cacing dan parasit, untuk demam dingin, untuk meningkatkan ASI setelah melahirkan, dan sebagai obat untuk diare dan disentri. Benih-benih dihancurkan digunakan untuk parasit internal dan eksternal, kutu kepala, dan worm.
      Di Andes Peru, daun  digunakan untuk radang selaput lendir hidung (radang selaput lendir) dan benih dihancurkan digunakan untuk membunuh parasit. Di Amazon Peru kulit kayu, akar, dan daun digunakan untuk diabetes dan sebagai obat penenang dan antispasmodik. Suku-suku asli di Guyana menggunakan daun dan / atau  kulit kayu sebagai tonik obat penenang dan jantung. Di Amazon Brasil daun  yang digunakan untuk masalah hati, dan minyak daun dan buah mentah dicampur dengan minyak zaitun dan digunakan secara eksternal untuk neuralgia, rematik, dan nyeri artritis. Di Jamaika, Haiti, dan Hindia Barat buah dan / atau jus buah digunakan untuk demam, parasit dan diare; kulit atau daun digunakan sebagai, antispasmodic obat penenang yg menenangkan, dan untuk kondisi jantung, batuk, flu, persalinan sulit, asma, hipertensi, dan parasit.