Jumat, 18 Oktober 2013

‘Pemanasan’ dari Hadits Nabi

Jima’ adalah kebutuhan suami istri, bukan hanya salah satunya. Kepuasan dalam jima’ juga hak keduanya, bukan hanya milik suami. Mengingat kaum wanita umumnya lebih ‘dingin’ dan lama dalam proses pendakian menuju puncak, Islam mengajarkan para suami untuk tidak langsung memulai jima’ sebelum melakukan pemanasan.

Sedikitnya ada tiga langkah pemanasan yang bersumber dari hadits:

1. Kata-kata mesra
“Janganlah salah seorang dari kalian menjima’ istrinya seperti binatang ternak mendatangi pasangannya. Tetapi hendaklah ada ar rasuul antara keduanya.” Ditanyakan kepada beliau, “Apakah ar rasuul itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ciuman dan kalimat-kalimat obrolan (mesra)” (HR. Ad Dailami)

Sebelum melakukan jima’, dahuluilah dengan kata-kata romantis. Kata-kata yang mesra. Rasulullah, di hari-hari biasa saja memanggil Aisyah dengan humaira, yang pipinya kemerahan. Betapa beliau sangat romantis, apalagi ketika hendak ‘bercinta’ bersama istri.

Kata-kata romantis dan mesra ini yang pertama akan mencairkan suasana dan membuat rileks. Tingkatan kata-kata yang lebih mesra selanjutnya akan membuat tubuh yang rileks mulai ‘memanas’ serasa dipanggil untuk tidak hanya bermain kata.

2. Ciuman
“Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu,” (HR. Tirmidzi)

Jika kata-kata melahirkan imajinasi dan emosi, maka ciuman lebih ‘terasa’ bagi istri. Detak jantung menjadi lebih cepat, nafas menjadi tak teratur, dan hasrat jima’ pun mulai timbul.

Dalam bab ini, ciuman tidaklah sebatas bibir bertemu bibir.

3. Sentuhan
Jika kata-kata mesra adalah pemanasan dengan ucapan dan ciuman adalah pemanasan dengan bibir, pemanasan yang lainnya adalah dengan tangan; sentuhan.

Imam Abu Hanifah ditanya oleh muridnya tentang suami yang memegang kemaluan istrinya atau istri memegang kemaluan suaminya (sebagai pendahuluan jima’), beliau menjawab, “Tidak masalah, bahkan saya berharap ini akan memperbesar pahalanya.” (Tabyin al-Haqaiq).

Demikian 3 Langkah ‘Pemanasan’ dari Hadits Nabi. Langkah kedua dan ketiga tidak harus berurutan. Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]

Kamis, 10 Oktober 2013

La Ilaha Illallah....

Dari Khalid bin Ma’dan dari Abu Ruhm As Sama’i dari Abu Ayyub Al Anshari dari Nabisaw. bersabda: "Barang siapa yang ketika pagi hari mengucapkan LA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LA SYARIKA LAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYI WA YUMITU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QADIR sebanyak SEPULUH kali maka Allah akan menulis untuknya setiap satu kali dia ucapkan dengan sepuluh kebaikan dan Allah akan mengangkat darinya sepuluh kesalahan dan Allah akan mengangkatnya dengan kalimat itu sepuluh derajat dan hal itu baginya seperti sepuluh pengawal yang menjaganya dari awal siang hingga akhir dan dia tidak melakukan suatu amalan pada hari itu yang mengalahkannya jika dia membacanya pada sore hari seperti itu. (HR. AHMAD – 22465)
Sumber: Wisata Hati Uztads Yusuf Mansur

Minggu, 06 Oktober 2013

KESEMUTAN

Sebenarnya, gejala stroke bisa dikenali sejak awal. Sehingga resiko kematian ataupun cacat akibat penyakit ini pun bisa ditangani sejak dini. Selama ini sudah banyak masyarakat yang mengenal stroke berat. Namun dalam dunia kedokteran, ada istilah stroke subklinis (gejala awal) yang merupakan fase penyumbatan otak namun tidak menyebabkan kelumpuhan akut. Oleh karena itu perlu diwaspadai karena gejalanya sering tidak dikenali..

Menurut dokter spesialis syaraf RS Sari Asih Ciledug, dr. Sri Purwanti, SpS, gejala stroke subklinis ini antara lain kesemutan anggota gerak (badan) sebelah atau separuh wajah, kelemahan pada mulut (cadel/pelo), gangguan penglihatan (buram) secara tiba-tiba, pusing tujuh keliling serta mulut mencong.

Kesemutan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Kebanyakan orang pernah mengalami kesemutan kala duduk bersila terlalu lama atau tertidur dengan tangan tertindih. Namun kesemutan bisa juga menjadi gejala stroke yang perlu diwaspadai. Pada gejala stroke, kesemutan yang terjadi memiliki ciri khas, yaitu terjadi hanya pada bagian tangan kanan dan kaki kiri saja atau sebelah wajah saja, maupun sebaliknya. Berbeda dengan kesemutan biasa yang akan hilang dengan sendirinya jika bagian tubuh telah berubah posisi, kesemutan pada gejala stroke tidak akan hilang meski telah berubah posisi dan akan terus berlanjut.

Bagi seseorang yang memiliki faktor resiko seperti pengidap hipertensi, jantung, kolesterol, stroke subklinis bisa terjadi lima kali lebih sering dibanding stroke berat yang selama ini dikenal. Stroke subklinis ini bisa mengantarkan seseorang ke arah stroke berat jika tidak ditangani secepatnya. Dr. Sri pun menyarankan untuk segera berkonsultasi ke rumah sakit sebelum terlambat jika mendapati gejala tersebut, karena stroke kecil akan berubah menjadi berat.

Jika pada suatu hari seseorang terkena gejala seperti itu secara tiba-tiba, ia harus mulai waspada dan segera melakukan pemeriksaan ke dokter sebagai upaya pencegahan kepada stroke yang lebih berat. Karena dengan pengobatan yang benar akan mengurangi kecacatan, bahkan menghindari kematian, saran dr. Sri.

Jumat, 04 Oktober 2013

Macam-macam Syirik

Ada perbuatan dan ucapan yang berada di antara syirik besar dan kecil menurut hati pelakunya dan yang bersumber darinya. Ia bertentangan dengan tauhid atau mengotori kemurniannya. Syari’at telah memperingatkan darinya, di antaranya adalah:

Memakai gelang atau benang dan semisalnya dengan tujuan menghilangkan mara bahaya atau penangkal datangnya mara bahaya. Hal itu termasuk syirik.

Menggantung tamimah (sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak sebagai penangkal atau pengusir penyakit, pengaruh jahat yang disebabkan rasa dengki seseorang, dan lain sebagainya ) terhadap anak-anak, sama saja berasal dari kharz, atau tulang, atau tulisan. Hal itu untuk menjaga diri dari ‘ain (Penyakit atau pengaruh jahat yang disebabkan rasa dengki seseorang) dan itu termasuk syirik.

Tathayyur, yaitu menganggap sial dengan burung atau seseorang atau suatu tempat atau semisalnya, dan itu termasuk syirik karena dia bergantung kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan keyakinan mendapat bahaya dari makhluk yang tidak mempunyai manfaat atau mudharat untuk dirinya sendiri. Keyakinan ini termasuk gangguan syetan dan waswasnya, hal itu menolak tawakkal.

Tabarruk (mengambil berkah) kepada pohon, batu, tempat-tempat bersejarah, kubur, dan semisalnya. Maka, meminta berkah, mengharap, dan meyakininya dalam perkara-perkara itu termasuk syirik; karena ia bergantung kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam mendapatkan berkah.

Sihir: yaitu yang samar dan halus sebabnya. Ia adalah nama dari jimat-jimat, mantera-mantera, ucapan, dan obat-obatan, maka hal itu memberi pengaruh di hati dan badan, lalu menyebabkan sakit atau meninggal dunia, atau memisahkan di antara seseorang dan istrinya. Ia adalah perbuatan syetan, dan kebanyakan dari sihir itu tidak bisa sampai kepadanya kecuali dengan perbuatan menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sihir adalah perbuatan syirik karena padanya mengandung ketergantungan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dari jenis syetan, karena hal itu termasuk mengaku mengetahui yang gaib. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: padahal Sulaiman tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Merek mengajarkan sihir kepada manusia …. (QS. Al-Baqarah :102) Terkadang sihir adalah perbuatan maksiat yang merupakan bagian dari dosa besar, bila hanya dengan obat-obatan dan sejenisnya saja.

Meramal: ia adalah mengaku mengetahui yang gaib, seperti memberitakan yang akan terjadi di muka bumi karena bersandar kepada syetan, dan itu termasuk syirik; karena mengandung pendekatan diri kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengklaim mengetahui yang gaib bersama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Barang siapa mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka sesungguhnya dia telah kafir (ingkar) dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” (Shahih. HR. Ahmad no. 9536 dan ini lafazdnya, dan al-Hakim no. 15, lihat Irwa` al-Ghalil no 2006.)

Tanjim (astrologi): yaitu mengambil dalil dengan kondisi falak(peredaran bulan dan matahari) atas segala kejadian di permukaan bumi, seperti waktu bertiupnya angin, turunnya hujan, terjadinya penyakit dan kematian, nampaknya panas dan dingin, perubahan harga dan sejenisnya. Itu termasuk syirik; karena menyandarkan sekutu bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam mengatur dan terhadap ilmu gaib.
Sumber:Fimadani

Minggu, 10 Maret 2013

Coba

Hari ini ketemu promotor, memperlihatkan hasil olahan data yang sudah dilakukan.  Dengan semangat 45 berangkat ke kampus dengan secercah harapan.... Data yang sudah diolah sudah oke dan bisa dilanjutkan ke data hasil berikutnya. Sembari membayangkan wajah promotor yang selalu senyum bila bertemu mahasiswanya, terselip doa semoga semuanya berjalan lancar.

Sesampai di kampus, kulihat mobilnya sudah ada diparkiran, berjejer dengan mobil dosen-dosen yang lain. Bergegas menaiki tangga menuju ruangannya. Walah.... sudah banyak  pasien yang antri. Eh..sudah banyak mahasiswa yang antri menunggu beliau.  Menilik wajah-wajah yang antri kayaknya mereka mahasiswa S1, yah pastilah mereka juga mau konsultasi karena kulihat mereka juga membawa map dengan setumpuk kertas didalamnya.

Mulai deh penantian [pikirku].... Eh tidak lama kemudian beliau keluar sambil menenteng gelasnya. Nah disebelahku itu kebetulan galon air minumnya. Ketika melihat saya dia bertanya,"kenapa?". Saya mau konsultasi   pak, jawabku. Sebentar ya...jawabnya sembari membawa masuk airnya.  Tidak lama kemudian mahasiwa yang didalam ruangannya keluar dan beliau memanggil saya masuk. Maaf ya dek...saya dipanggil duluan, cuma sebentar kok {dalam hati saya...wah mana mungkin sebentar, biasanya paling sedikit setengah jam}.  He he he..

Saya beranjak masuk ke ruangan beliau sembari mengucapkan salam dan kemudian memperlihatkan data saya.  Setelah diamati beberapa saat, beliau kemudian mengomentari hasil analisa data saya. Sembari menjelaskan mana kira-kira alur yang salah, mana yang perlu ditambah, dikurangi, saya mendengarkan dengan seksama dan terkadang mencatat beberapa penjelasan beliau.  

Selanjutnya beliau berkata" yah dicoba lagi... memang begitu kalau menganalisis data harus sering diulang, dicoba, sehingga hasil yang diperoleh lebih akurat dan tidak asal jadi. Coba...coba dan coba lagi".  Baik pak, jawab saya.


Hikmah yang saya petik hari ini bahwa jangan takut mencoba sesuatu, kita tak pernah tahu hasilnya kalau tidak  pernah dicoba. Jadi coba ... coba lagi ... untuk mendapatkan hasil yang terbaik.